Pages

Monday, 2 April 2012

Puisi 'Lima Pagi'

Lima Pagi

Lima pagi, apa-apa bisa terjadi
arah ke kanan belok ke kiri
kereta sapu kusangka teksi
kuhampiri
tawar menawar sakitkan hati.

Lima pagi, apa-apa bisa terjadi
waktu dahulu pergi perigi
di situ mencuci diri
utamanya bersugi
sambil menanti mentari
selepas subuh sempurna didiri.

Lima pagi, apa-apa bisa terjadi
monorel di KL ini
membawa gadis-gadis yang bukan sunti
selepas menjual diri
hilang nilai peribadi
famili ternanti-anti
sucikah rezeki.

Lima pagi, apa-apa bisa terjadi
para pelajar bergegas diri
lari dan lari
dalam bas tak mahu berdiri
hingga lupa pada Illahi.

Lima pagi, apa-apa bisa terjadi
waktu dulu lampu di dahi
berjalan kaki mengandar baldi
meredah embun mengutip rezeki
semoga dapat redha Illahi.

Lima pagi, apa-apa bisa terjadi
ada yang masih menganyam mimpi
yang mengaji tidakkan rugi
untuk menguliti dosa sendiri.

Lima pagi, masihkah ada mentari lagi?

Karya 29.1.12, aku sudah di perhentian Bas tepat jam lima lantaran  destinasiku Klang-Penang untuk kursus intensif yang bermula jam 9.00am hari yang sama hingga 12.2.12.

No comments:

Post a Comment