Bangsaku...
waktu mengajar kita
percaturan isi dan kuku
waktu mewarnai kita
aur dan tebing nan kian runtuh
waktu menitipkan kita
amanah kuasa watan tercinta.
Bangsaku...
membina negara bangsa
bukan sedetik cuma
cerita berulang citra
sejarah bersulam fakta
jaya dan kalah di tangan kita
jadilah bangsa bermaruah
menjunjung daulah negara bangsa.
Bangsaku...
pejuang lama gundah berdarah
anak bangsa berpecah belah
tiga arah satu daerah
menghala cita-cita mengonak sengsara
merongga kebebasan agama dan sosialisme
melingkari dan menyingkir nasionalisme
melepas kunci patriotisme
yang satu ilusinya bertunjang suci agama
yang satu berhampar pluralisme
yang satu berteras cinta bangsa cinta agama
bergerak dalam satu daerah
percaturan menjadi parah.
Bangsaku...
jangan kau bangkit menyengit
kelak bahtera kita menjadi sengget
si sepet menunggu ruang untuk menyelit
bangkit...bangkit...kelak kita terheret.
Bangsaku...
percaturan waktu-waktu lalu
bukan ukuran bersatu
kerna intergrasi yang padu
sering diiring intai cemburu
diburu diburu ruang-ruang itu
kapan bisa jadi penghulu.
Bangsaku...
gejolak jiwa mudamu
halakan pada destini ibunda
demi kelangsungan tanah airku
demi kesejahteraan waris-warismu
menguntai mimpi menjadi nyata,
bangsaku tetap mesra bersama
kerna Melayu berpekerti mulia
kesantunan tetap dipersada
jangan diinjak hina dan nista
kelak terhampar permaidani berwarna merah.
Bangsaku...
matinya sang belang tetap kuning dan hitam warnanya
matinya pejuang terukir nama di papan bernesan
matinya si penderhaka berselimut cerita hitam
perjuangan dan kenangan
lukisan dalam percaturan persahabatan
kerna kejujuran dan keikhlasan berdansa dalam kata.
Bangsaku...
hasta dan jengkal
tidak bisa mengukur dalamnya hati
bermeter berlari
tidak terkejar persembunyian emosi
percaturan peribadi dan budi
tidak ternyiru dalam janji
berdiri berdengki
meludah diri sendiri
menepuk di dulang ini terpercik tercalit di dahi
percaturan mengajar kita mengerti
percaturan mengajar kita melihat fungsi lidi
berdiri sendiri tidak menjadi.
Bangsaku...
kapan kita akan bersatu?
Terkarya kerana hatiku direnggut sedih dan pilu melihat , mendengar keputusan PRU505/13. Ke mana bangsaku akan membawa diri kiranya Melayu hilang dari Malaysia (Tanah Melayu). Aku merayu kepadamu wahai bangsaku MELAYU...janganlah tertipu dek angin lalu. Carilah satu waktu untuk kita bicara soal bersatu kerna kita tidak bisa memiliki semua yang kita mahu. Berkorban dan mengorbankan sesuatu, saya kira lebih mulia demi bangsa, demi generasi kita, demi MALAYSIA. Rapatkan saf kita nescaya menjadi benteng kekuatan menentang pendurjana dan penderhaka bangsa. 10/05/2013, 9.30am.
No comments:
Post a Comment